Begini Jika Mental Pebisnis Mengatur Uang THR

Dapatkan produk kami - Panduan PLR Social Media Viral Marketing đź”— & Master Facebook Ads đź”— Sebelum Kehabisan. Sekarang!
mengatur uang thr
Courtesy of uangteman.com

Hari Idul Fitri kini telah tiba, dan sudah pasti plazer sudah mendapatkan THR dari berbagai macam sumber, baik dari perusahaan, paman, orang tua atau sumber-sumber tak terduga seperti menang hadiah edisi Idul Fitri yang seringkali diadakan oleh brandbrand ternama maupun stasiun TV lokal.

Nah, mungkin dari kalian yang mendapatkan THR tersebut ada yang langsung membelanjakannya pakaian atau sepatu baru, kue-kue kering untuk lebaran ini atau keperluan wisata untuk dapat dilakukan bersama pasangan ataupun keluarga. Jika beberapa hal diatas yang Anda lakukan, berarti mental Anda bukanlah mental pebisnis.

Baca juga: Ada Bisnis Terbaik Saat Ramadhan, Apakah Itu?

Bagaimana Awal Mula Uang THR

Kebijakan memberikan uang THR ini ternyata berawal di era kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari partai Masyumi. Kabinet yang dilantik langsung oleh Presiden pertama kita Bapak Ir. Soekarno tersebut memiliki program kerja yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan Pamong Praja (sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil).

Peneliti Muda LIPI, Saiful Hakam menyebutkan bahwa kabinet Soekiman membayarkan tunjangan kepada pegawai di akhir bulan Ramadhan itu sebesar Rp125 (waktu itu setara dengan US$11, sekarang setara Rp1.100.000) hingga Rp200 (US$17,5, sekarang setara Rp1.750.000).

“Bukan hanya itu, mula-mula kabinet ini juga memberikan tunjangan beras setiap bulannya,” kata Hakam.

Namun gara-gara kebijakan tersebut hanya menyentuh para Pamong Praja saja, maka buruh merasa tidak dianggap. Jadilah mereka protes agar mereka dimasukkan kedalam golongan yang berhak untuk Uang THR tersebut.

Bagaimana pro dan kontra saat itu cukup memberikan kita wawasan tentang betapa berharganya uang THR di mata masyarakat Indonesia, bahkan dari jaman dahulu.

Sesuai PER.04/MEN/1994 pasal 2, pengusaha diwajibkan untuk memberi THR Keagamaan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan atau lebih secara terus-menerus. Pembayaran THR ini tidak membedakan antara karyawan tetap maupun kontrak, dalam artian semuanya harus mendapatkannya.

Era Modern Masyarakat Perkotaan

Di zaman modern sekarang, masyarakat perkotaan yang tidak harus protes untuk mendapatkan uang THR seharusnya bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk berbisnis.

Anggaplah uang THR sebagai gaji ke sekian, kira-kira Rp 3,000,000,- besarnya. Maka pembagiannya bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Rp 1,000,000,- digunakan untuk konsumsi bulanan
  • Rp 500,000,- digunakan untuk biaya tak terduga
  • Rp 1,500,000,- (sisanya) bisa digunakan untuk memulai bisnis Anda: Baik untuk investasi maupun berdagang langsung

Sebenarnya ada cara-cara yang bisa Anda tiru dengan mudah agar uang THR yang diberikan kantor dapat menjadi batu lompatan Bisnis anda nanti. Bagaimana caranya? Silahkan lanjut dibawah ini 🙂

Begini Calon Pebisnis Mengatur Uang THR Mereka!

Pebisnis itu pada dasarnya harus orang yang memiliki mental & mindset melihat peluang, hari-hari menjelang Lebaran adalah salah satunya. Jika seminggu atau dua minggu sebelum lebaran Anda sudah mendapatkan THR, ada cara tepat untuk menghabiskannya (tentu dengan sudah menyisihkan zakat dan sodaqoh) jika Anda memang memiliki mental pebisnis.

Berikut adalah cara yang tepat mengatur uang THR bagi seorang pebisnis:

1. Memborong Barang Diskon-an Untuk Dijual Kembali

[img] uang thr untuk belanja diskon
Courtesy of ghiboo.com
Ini cara terbaik memanfaatkan THR jika ingin memulai bisnis Anda. Saat-saat menjelang Lebaran, diskon bertebaran dimana-mana, hal itu adalah saat yang tepat untuk membeli barang-barang Diskon yang sesuai dengan niche toko online Anda. Sesudah memborong, maka Anda bisa menjual kembali barang-barang diskon tersebut dengan harga normal beberapa minggu setelah lebaran, atau bisa juga dengan memberikan diskon yang lebih kecil daripada yang anda dapat saat membelinya sebelum lebaran.

Hal ini juga seringkali dilakukan para penjual buku online saat ada pameran buku, mereka membawa koper besar untuk memborong buku-buku sesuai niche toko buku online mereka.

2. Ditabung Sebagai Modal Bisnis Anda untuk Diputar Kembali

[img] Menabung uang thr
Courtesy of manfaat.co.id
Hal kedua yang bisa Anda lakukan dalam memanfaatkan THR adalah dengan memutar sebagai modal bisnis anda, baik untuk produksi ataupun pengembangan produk. Anggap saja THR tersebut adalah investasi dari orang lain yang tidak perlu anda berikan bagi hasil karena memang untuk anda, Hehe.

Menghabiskannya bisa dengan membelanjakan barang mentah, atapun investasi dengan membelikannya course maupun training untuk diri sendiri (jika bisnis masih dikerjakan sendiri) atau tim anda. Bisa juga dengan dibelikan software yang dapat anda pakai demi memaksimalkan bisnis yang anda lakukan, seperti software SMS blast, autoresponder, dan semacamnya.

3. Dipakai untuk Investasi ke Bisnis yang Potensial

[img] Investasikan uang thr mu
Courtesy of liputan6.com
Nah, jika anda adalah seorang pekerja kantoran yang belum sama sekali memiliki bisnis, opsi ketiga ini bisa anda lakukan. Dengan menginvestasikan THR anda ke sektor bisnis yang potensial tidak hanya bisa menyimpan uang THR-mu, tapi juga melipat-gandakan uang THR-mu! Anda bisa saja melihat teman atau sahabat yang memerlukan uang investasi untuk bisnisnya yang baru dimulai, karakternya harus yang; 1) Baru merintis, 2) Membutuhkan suntikan uang, dan 3) Potensial pasarnya, dengan sistem—mungkin—bagi hasil kalian berdua bisa sama-sama mengambil keuntungan dari kerjasama tersebut.

Baca juga: 5 Cara Memulai Usaha dari Bawah

Namun bagaimana jika kita tidak punya kenalan yang berbisnis? Hehe, mudah! Anda bisa saja mampir ke jajanan ta’jil dipinggir jalan, baik itu tukang Es buah, Sop Buah ataupun Kolak Pisang/ Biji Salak, lalu tawarkan investasi modal, beri tawaran bagi hasil yang menguntungkan mereka. Masa’ Sih, para pedagang (dadakan) itu tidak mau? Hehe.

Kesimpulan

Berbisnis itu sebenarnya mudah, setiap ada peluang yang kita lihat dan bisa memanfaatkannya, maka peluang tersebut bisa jadi bisnis salah satunya dengan memanfaatkan uang THR. Masalahnya apakah kita dapat melihat peluang tersebut, dan mau untuk mengambil tindakan atasnya? Itu tergantung diri kita masing-masing.

Yuk, manfaatkan uang yang kita dapatkan dengan mengatur uang THR tersebut untuk keperluan Bisnis kita. 🙂

SEBARKAN KE TEMAN-TEMANMU & BERIKAN KOMENTAR DIBAWAH INI YA! 🙂

Loading...

Raafi
Find me on:

Raafi

Seorang blogger sejak 2010 yang menyukai bidang-bidang bisnis, fashion dan segala hal yang berkaitan dengan event planning.
Raafi
Find me on:

Be the first to comment

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)