Ini 7 Sifat yang Cocok untuk Menjadi Pengusaha

Dapatkan produk kami - Panduan PLR Social Media Viral Marketing 🔗 & Master Facebook Ads 🔗 Sebelum Kehabisan. Sekarang!
menjadi pengusaha
courtesy of OhSnapBacks.com

Menjadi pengusaha boleh saja jadi impian setiap orang, tapi tentu tidak semuanya dapat memiliki nasib yang sama. Perbedaan boleh jadi ada pada modal, karena setiap saat seseorang memulai usaha pasti orang tersebut membutuhkan modal meskipun hanya modem & pulsa untuk berbisnis online. Atau koneksi dengan orang-orang yang potensial untuk mengangkat bisnis yang kita mulai.

modal pengusaha
Courtesy of datakata.wordpress.com

Menjadi Pengusaha Sulit?

Namun ternyata, sebagian besar pengusaha baik di Indonesia maupun di Dunia dapat sukses bukan karena kedua faktor diatas. Mereka dapat sukses karena faktor dari sifat yang mereka miliki. Karena dengan sifat tersebut, mereka bisa mengalahkan ego mereka masing-masing dan membuat bisnisnya melesat dan berhasil.

Sifat-sifat ini yang dapat kita duplikasi menjadi sifat kita sehari-hari, tentu dengan penyesuaian disana-sini mengikuti kehidupan kita masing-masing. Berikut ada 7 sifat pengusaha yang bisa anda tanamkan sejak dini, baik untuk diri anda maupun untuk anak-anak anda.

Baca juga: Mindset dan Pola Pikir Pebisnis yang Sukses

1. Tekun

Pebisnis yang sukses akan tekun membangun bisnis yang ia rintis. Karena awal merintis bisnis kita pasti akan ‘dihiasi’ oleh kerumitan-demi-kerumitan, maka ketekunan akan memudahkan kita untuk mengurai permasalahan tersebut satu-per-satu.

Tekun erat dengan target. Mengapa bisa begitu? Karena seharusnya, dengan ketekunan kita jadi dapat menentukan target-target bisnis kedepan. Lewat timeline, action plan, milestone dan bermacam perncapaian lainnya.

2. Teliti

Ini sifat yang harus dimiliki oleh pebisnis, ketelitian. Terutama sebagai pebisnis pemula, perlu ada ketelitian dalam perhitungan arus kas (cash-flow). Karena jika tidak, maka uang keluar dan masuk tidak akan terdeteksi kemana larinya. Padahal karena masih bisnis pemula, uang masuk masih sedikit, akibat kurangnya ketelitian maka uang bisnis dapat tercampur dengan uang pribadi.

3. Konsisten

Terkadang dalam memulai sebuah bisnis, ada ‘kerakusan’ dalam menggarap proyek-proyek bisnis yang ada. Hal itu bisa menjadi bagus jika semuanya berhasil, namun jika tidak? Hanya akan membuang tenaga anda saja. Maka konsisten terhadap bisnis atau fokus, dapat memberikan kita perhatian penuh terhadap apa yang kita kerjakan. Dan tentu hasilnya akan memuaskan

Konsisten tidak hanya diperlukan saat memulai bisnis, namun juga berlaku setelah bisnis berlangsung, contohnya ialah dengan konsisten terhadap prinsip-prinsip bisnis. Mengapa itu penting? Karena dengan konsisten terhadap hal tersebut, akan menunjukkan intregitas bisnis kita dihadapan para pelanggan.

4. Berdaya Juang

Berbisnis bukan hanya hitungan harian atau bulanan, bahkan bisa tahunan dan puluh-tahunan. Tak jarang seorang pengusaha baru sukses ditahunnya yang ke-5 atau bahkan ke-10. Waktu selama itu tak akan dapat dilewati jika seorang pengusaha tidak memiliki daya juang.

Bahkan founder Whatsapp, Jan, awal mulanya tidak mendapatkan respon apapun saat menuturkan ide Whatsapp ini pada tahun 2009 disebuah forum. Satu-satunya respon dari anggota forum adalah, “Sepertinya aplikasi ini membutuhkan orang lain untuk menginstallnya di smartphone mereka juga, benar?”. Tapi hal itu tak menyurutkan semangatnya, buktinya saat ditahun 2013 Jan mengomentari status lamanya di forum tersebut dengan, “Saya sedang browsing di forum ini dan saya ingat postingan saya di sini empat tahun yang lalu. Saya pikir pasti ada di antara anda yang menggunakan Whatsapp sekarang.” Komentar tadi ia posting saat Whatsapp sedang meranjak naik tren pemakainya.

5. Mau Belajar

Setiap pebisnis harus juga berjiwa pembelajar agar menjadi pengusaha yang sukses. Dengan terus mempelajari ilmu-ilmu baru maka aka nada inovasi pada produk yang ditawarkannya ke konsumen. Konsumen juga akan melihat bahwa produk dari kita terus berkembang, baik fitur-fiturnya, layanan, kualitas dan lain-lain, maka mereka juga akan merekomendasikannya ke teman-temannya. Ingat! Strategi bisnis Word of Mouth adalah strategi yang paling efektif! Maka jangan remehkan service kepada pelanggan.

6. Suka Berbagi

Selain berjiwa pembelajar, pebisnis juga harus senang berbagi. Berbagi disini bukan hanya berbentuk materi (sedekah uang), namun juga bersifat immaterial seperti ilmu & pengalaman. Kini sudah banyak pebisnis yang mau berbagi tips-tipsnya lewat buku, atau seminar & sharing kecil di komunitas pebisnis.

[img.2] berbagi sifat pengusaha
Courtesy of passiontribes.com

7. Berjiwa Positif

Nah, yang terakhir adalah Positive Thinking! Sikap ini bukan hanya harus dihadirkan saat akan menjadi pebisnis saja, namun juga disetiap hari. Namun mengapa perlu saat seseorang ingin menjadi pebisnis? Karena, ditiap-tiap perjalanan bisnis kita akan selalu dihadapkan dengan ketidak-pastian. Baik itu dari kondisi order produk, permintaan jasa, dan banyak macamnya. Dengan Positive Thinking maka kita akan selalu dapat mengambil hikmah disetiap kejadian yang kita alami.

Baca juga: Kiat-kiat Berbisnis ala Dahlan Iskan

Misalkan saat order turun, mungkin saja kita kurang senyum dengan orang lain. Atau saat SDM pada resign atau mundur teratur, mungkin hubungan kita dengan Sang Pencipta sedang ‘renggang’. Menganalisa hal seperti ini sangatlah perlu, karena berbisnis bukan hanya urusan dunia saja, tapi urusan akhirat. Karena banyak order bisnis yang datangnya tidak disangka-sangka, karena memang ada andil Sang Maha Kuasa disana. (Raf)

SEBARKAN KE TEMAN-TEMANMU & BERIKAN KOMENTAR DIBAWAH INI YA! 🙂

Loading...
Raafi
Find me on:

Raafi

Seorang blogger sejak 2010 yang menyukai bidang-bidang bisnis, fashion dan segala hal yang berkaitan dengan event planning.
Raafi
Find me on:

Be the first to comment

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)