Bagaimana Bisa punya Bisnis Modal Kecil Untung Besar!

Dapatkan produk kami - Panduan PLR Social Media Viral Marketing 🔗 & Master Facebook Ads 🔗 Sebelum Kehabisan. Sekarang!
[img.1] modal-kecil-untung-besar
Courtesy of Pixabay.com

Agar bisa bersaing dengan kompetitor, kita sebagai pebisnis harus memutar otak dalam menemukan strategi yang tepat untuk bisnis kita. Tipe bisnis modal kecil untung besar mungkin dapat diadaptasi untuk memberi percepatan pada bisnis, yang akhirnya dapat ‘melumpuhkan’ kompetitor bisnis kita.

Mengapa harus menekan modal sekecil-kecilnya, dan untung sebesar-besarnya?

Dengan melakukan strategi modal yang kecil untuk sebuah produksi barang, maka dana sisa yang anda bisa kita alokasikan untuk dana promosi/ marketing.

Bahkan iklan di social-media atau Google saja perlu alokasi dana yang jelas lho. Jangan sampai dana profit dipakai untuk kebutuhan promosi, bisa tidak jelas nanti profit anda sebenarnya.

Membangun Tipe Bisnis ‘Modal Kecil Untung Besar’

Istilah diatas-MKUB-, atau ‘Modal Kecil Untung Besar’ memang kerap digunakan untuk jenis penawaran-penawaran ‘scaming’ atau penipuan. Tidak heran banyak yang tidak percaya ada cara untuk berbisnis dengan modal kecil.

Namun kali ini, kita akan bahas bisnis-bisnis bermodalkan kecil yang berpotensi untung besar, tanpa ada penipuan di dalamnya.

1. Berjualan Produk dengan Sistem Reseller

‘Jika anda ingin cepat berkembang, rekrut reseller!’

Begitu petikan kalimat yang saya dapatkan dari seorang Guru Bisnis. Kalimat tersebut bukan sembarang, karna sekarang kita bisa lihat, bisnis yang berkembang dengan cepat adalah bisnis dengan sistem reseller.

Tapi, hal itu bukan berarti jika anda membuat sebuah produk lalu menawarkan reseller, akan banyak peminat yang ikut.

Ada cara-cara perekrutan reseller yang perlu dipahami, tidak ‘ujug-ujug- menawarkan sistem kerja reseller kepada orang lain.

BACA JUGA: Inspirasi Bisnis: Anda Menyerah Bangun Bisnis? Kisah 5 Pengusaha Lokal ini Obatnya!

Paling tidak, di dalam sebuah alur perekrutan reseller ada langkah-langkah berikut ini:

  • Pengenalan produk sejelas mungkin, tanpa ada ditutup-tutupi bagian kekurangannya. Disini adalah waktunya anda membuktikan kualitas produk yang baik kepada target rekan anda nantinya.
  • Sistem pembayaran yang menarik, lewat Diskon, group Premium, dll. Maka sebagai pemilik produk, ada kewajiban membimbing reseller menjadi ‘High Quality Reseller’ yang nantinya berdampak kepada kualitas hidup mereka sebagai pengusaha.
  • Tools-tools promosi yang memukau, untuk alat promosi mereka. Banyak para pebisnis pemula yang minim keahlian design produk, maka dengan menyediakan alat-alat promosi (banner, poster, dll) kepada mereka, akan memberikan kemudahan mereka berpromosi nantinya.

2. Menawarkan Produk dengan Sistem PO (Pre Order)

Jika anda memiliki banyak fans, atau dalam bahasa bisnis sering disebut sebagai ‘tribes’, anda bisa menawarkan sebuah produk yang belum ada stoknya, namun calon pembeli sudah bisa melihat bentuknya.

Sistem PO ini bisa meminimalisir kebutuhan modal produksi, karena pasalnya anda bisa memakai transfer dana pesanan dari konsumen untuk memproduksi barang anda.

Sistem ini banyak digunakan oleh bisnis-bisnis modal kecil untung besar. Karena ‘Low-Risk’ namun ‘High-Return’, atau resiko kecil yang berpotensi untung besar.

Meski begitu, cara ini bisa digunakan juga oleh yang tidak punya fans atau follower. Asal dilakukan dengan profesional, baik ‘campaign’-nya, foto produknya, halaman penawarannya (sales page), atau pernak-pernik yang dibutuhkan untuk promosi.

Sehingga, nantinya target pembeli yang akan memutuskan, akan ikut Pre-Order atau tidak.

3. Ikut Kolaborasi untuk Promosi (Campaign)

Beberapa peluncuran produk yang kita ketahui spektakuler, sudah tentu membutuhkan banyak dana. Lihatlah peluncuran produk-produk Internasional seperti Appel, Microsoft, Xiao Mi, Intel, dan sejenisnya.

Maka berkolaborasi dalam mempromosikan produk terbaru bisa jadi pilihan untuk menekan budget, sekaligus mengambil audience kolaborator kita.

Ini pernah dilakukan oleh CROOZ brand Clothing yang bekerja sama dengan band-band Indie untuk melakukan tour, tentunya sekaligus mempromosikan brand CROOZ kepada fans band-band tersebut.

Karena sistemnya kolaborasi, mungkin ada dana-dana yang dihemat seperti fee management band. Dan sepengetahuan saya, ada kerjasama penjualan aksesoris juga lewat CROOZ.

BACA JUGA: Apa Saja Jenis Usaha Kecil Menengah yang Potensial?

Cepat itu Bagus, tapi juga Harus Kuat!

Kalau kata kang Rendy Saputra, CEO dari KeKe Busana, bangunlah bisnis yang kuat bak Ayam Jago.

Dia tidak akan sakit kalau kehujanan, kena petir, dan sebagainya. Karena dibentuk lewat mental yang kuat dan tahan banting.

Nah, bisnis yang cepat berkembang itu memang bagus, tapi jangan lupakan pondasi yang kokoh untuk bisa bertahan kedepannya. Selaraskan juga kecepatan tersebut dengan kekokohan visi & misi bisnis bersama tim anda. (Raf)

SEBARKAN KE TEMAN-TEMANMU & BERIKAN KOMENTAR DIBAWAH INI! 🙂

Loading...

Raafi
Find me on:

Raafi

Seorang blogger sejak 2010 yang menyukai bidang-bidang bisnis, fashion dan segala hal yang berkaitan dengan event planning.
Raafi
Find me on:

Be the first to comment

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)