Masih Besarkah Peluang Usaha Online Kini? Simak Kisah-kisah Suksesnya4 min read

Dapatkan produk kami - Panduan PLR Social Media Viral Marketing 🔗 & Master Facebook Ads 🔗 Sebelum Kehabisan. Sekarang!
[img.1] Peluang Usaha Online
Courtesy of Pixabay.com
Loading...

Raafi

Author at plaza-bisnis.com

Seorang blogger sejak 2010 iseng-iseng yang mulai memfokuskan dirinya ke bidang business dan marketing. Founder dari website plaza-bisnis.com sejak 2015 dan kini terlibat di beberapa startup lokal.

Dunia bisnis atau entrepreneurship makin berkembang sekarang ini, mengikuti pergerakan zaman yang makin cepat. Salah satu yang makin dirasa massive kini adalah terkoneksinya masyarakat dunia lewat media online, membuat peluang usaha online pun menanjak naik.

Kini hampir semua anak muda memikirkan project bisnis apa yang ia sendiri atau bersama teman-temannya bisa lakukan. Namun, hanya sedikit yang berani mengeksekusinya lantaran mayoritas berfikir peluang untuk dapat sukses lewat usaha online kecil.

Meski kita boleh berkesimpulan bahwa membangun usaha online itu sulit, tapi trend berkata lain. Makin banyak anak-anak muda yang berhasil mengesekusi ide bisnisnya menjadi usaha yang real!

Beberapa Kisah Anak Muda yang Berhasil Mengeksekusi Peluang Usaha Online Mereka

[img.2] Peluang Usaha Online Anak Muda
Courtesy of Pexels.com
Jika Anda saya ceritakan begitu saja bahwa peluang usaha online itu sangat bagus, agaknya Anda kurang percaya.

Untuk itu, saya akan ceritakan beberapa anak muda yang sukses membesarkan usaha onlinenya

1. Diandra Hadi (Co-Founder of Oaksva)

[img.3] Diandra Hadi
Courtesy of Twitter.com
Perempuan muda ini membangun bisnis perhiasannya lewat social-media Instagram yang bernama @oaksva.

Dengan Instagram, Diandra berhasil membesarkan akunnya hingga 4000+ follower yang loyal terhadap produk-produk terbarunya.

BACA JUGA: Besarnya Peluang Usaha Makanan ‘Kekinian’ yang Trend diantara Anak Muda

2. Gwyneth Evelyn (Co-Founder Goldenude)

Courtesy of Twitter.com

Gwyneth memulai bisnisnya juga melalui social-media Instagram. Ia berangkat dari value yang ia bawa lewat produk kecantikannya ‘Goldenude’.

Ia melihat adanya peluang usaha online dari value yang ia bawa.

Akun Instagramnya yaitu @goldenudeofficial sudah mendapatkan 5000+ follower sekaligus customer setianya.

3. Ryan Angkawijaya (Founder Snazzy Boom)

[img.5] Ryan Angkawijaya
Courtesy of digitalmarketer.id
Masalah sekitar membuat Ryan membuat bisnis jajanan Arum-Manisnya yang ia kemas sedemikian rupa agar diminati anak-muda.

Awal mulanya ia hanya melihat langkanya penjual Arum-Manis, padahal jajanan tersebut menurutnya cukup diminati.. karena selain manis juga berwarna-warni.

Kini, akun Instagramnya @snazzyboom bahkan sudah mencapai 25k+ followers karna minat anak muda tinggi terhadap produk ini.

Loading...

4. Florentia Jeanne (Flo) dan Felicia Febry (NoonaKu Signature)

[img.6] NoonaKu
Courtesy of Noonaku Signature
Berawal dari modal 0 rupiah, dua sosok ini merintis bisnisnya disebabkan untuk memenuhi kebutuhan biaya perlengkapan kuliahnya di bidang arsitektur.

Perlahan tapi pasti, usaha mereka berbuahkan manis! Berawal dari sekedar reseller, kini mereka berhasil membangun brand sendiri; NoonaKu Signature

Mereka melihat peluang usaha online justru dari temannya yang berjualan secara online di Facebook. Waktu itu temannya mengambil margin Rp 20,000 setiap item-nya.

Kini akun Instagram mereka @noonakusignature sudah berada di 38k+ follower.

BACA JUGA: 9 Jenis Usaha yang Bagus dikerjakan untuk Anak Muda Era Millenials!

5. Mirnawati Lukman (Missyshop)

Courtesy of Missyshop

Seorang perempuan Alumnus Universitas Negeri Makassar berhasil mengembangkan social-media Instagramnya @missyshop05 yang sudah memiliki follower 31k+ dengan menjual berbagai jenis koleksi pakaian.

Mulai dari blus, jeans, kulot, tunik, outer, maxy dress (gamis) dan kemeja dengan brand Missyshop.

Keunggulan produknya yaitu mayoritas berkisar di harga Rp 70rb – Rp 150rb, sehingga terjangkau bagi anak muda.

Namun meski begitu, Mirna tidak mengesampingkan kualitas produknya. Ia sadar betul bahwa kualitas produk adalah kunci bagaimana sebuah brand bisa berhasil.

6. Ivan Yahya Adhi Teja (IZEMU)

[img.8] Ivan Yahya Adhi Teja
Courtesy of Tokopedia
Bisnis kerajinan kayu memang diminati sejak lama, begitu pula dengan perjalanan bisnis Izemu yang sudah sejak lama dipasarkan lewat offline yaitu bazaar dan pameran.

Tapi yang paling berpengaruh justru pemasaran melalui salah satu marketplace lokal. Ivan berpendapat bahwa dengan memasarkan di marketplace, maka calon pembeli akan dengan mudah memesannya.

Hal ini juga makin menegaskan peluang usaha online yang cenderung lebih potensial dibandingkan offline.

7. Najudin (Undangan Onlineku)

[img.9] Najudin
Courtesy of @undanganonlineku
Seorang anak muda ‘ABG’ berumur 19 tahun sudah bisa menghasilkan income setara Manager. Keren bukan?

Ini disebabkan dengan kebisaannya mendesign undangan pernikahan digital yang ia pasarkan lewat akun Instagram @undanganonlineku.

Melihat peluang hampir setiap weekend ada saja pasangan yang menikah, Najudin mengambil peluang ini! Bahkan baru setahun memulai, omzetnya sudah Rp 10-15 juta per bulannya.

Undangan yang ditawarkan tidak hanya berupa gambar status saja, ia juga menawarkan undangan dengan format Video.

Keren bukan seorang ABG saja bisa melihat peluang usaha online seperti ini? 😉

Masa-masa Muda Gunakan untuk Berkarya, karna Takkan Kembali

Kisah anak Muda di atas adalah beberapa kisah yang menunjukkan bahwa masa muda yang dimanfaatkan untuk aktivitas produktif, akan memberikan manfaat besar bagi diri di masa depan, bahkan orang lain.

Kini giliran Anda melakukannya! Jadikan kisah-kisah di atas sebagai Inspirasi Anda berkarya di usia muda. 😉

SEBARKAN KE TEMAN-TEMANMU & BERIKAN KOMENTAR DIBAWAH INI! 🙂

Loading...

Find me on:

Plaza Bisnis

Disini kami berbagi tentang strategi bisnis, bagaimana memulainya dan tips mengoptimasi Internet dalam meningkatkan pemasaran produk Bisnis anda.
Find me on:

Be the first to comment

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.