Contoh Komunikasi Pemasaran yang Cocok untuk Target Customer ‘Emak-emak’3 min read

 

[img.1] Komunikasi Pemasaran
Courtesy of Pixabay.com

Raafi

Author at plaza-bisnis.com

Seorang blogger sejak 2010 iseng-iseng yang mulai memfokuskan dirinya ke bidang business dan marketingFounder dari website plaza-bisnis.com sejak 2015 dan kini terlibat di beberapa startup lokal.

Pada praktek pemasaran atau marketing, komunikasi pemasaran menjadi penting untuk direncanakan agar campaign produk berhasil dan menghasilkan penjualan yang memuaskan.

Komunikasi adalah cara manusia berhubungan antar satu sama lain, begitu juga yang dilakukan oleh brand kepada target market. Maka sudah seharusnya komunikasi pemasaran disesuaikan dengan market yang kita ajak ‘bicara’ juga agar pesan tersampaikan.

Customer Profiling sebagai Langkah Awal Menentukan Model Komunikasi Pemasaran

[img.2] Customer Profiling untuk Komunikasi Pemasaran
Courtesy of Pixabay.com
Tapi sebelum berkomunikasi dengan target marketnya, sebuah brand ada baiknya melakukan customer profiling untuk menentukan bagaimana komunikasi pemasaran akan dilakukan nanti.

Apa itu customer profiling?

Customer Profiling sederhananya adalah membayang-bayangkan siapa yang paling potensial menjadi pembeli produk atau penyewa jasa kita. ‘Pembayangan’ tersebut harus dilakukan sedetail mungkin, mulai dari yang paling umum seperti:

  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Domisili

Hingga yang mendetail seperti:

  • Warna favorit
  • Musik kesukaan
  • Olah-raga favorit, dan lain sebagainya.

Hal ini akan membantu kita nantinya menentukan komunikasi pemasaran seperti apa yang akan dilakukan.

BACA JUGA: Anda Ibu Rumahan yang ingin Menghasilkan? Simak 7 Usaha Sampingan Ibu Rumah Tangga Berikut Ini!

Beberapa Contoh ‘Komunikasi’ yang Cocok untuk target ‘Emak-emak’

[img.3] Komunikasi Pemasaran untuk Emak-emak
Courtesy of Pixabay.com
Sesuai judul, mari kita bahas bagaimana jika target audience & market kita adalah seorang ’emak-emak’, seperti apa komunikasi pemasaran yang tepat?

Berikut adalah beberapa contohnya.

1. Pendekatan Kebutuhan Rumah Tangga

Ketika target market adalah seorang ’emak-emak’, maka kita bisa merelasikannya dengan aktivitas Rumah Tangga. Hal ini bukan berarti kita hanya bisa menyasar audience Ibu Rumah Tangga, tetapi juga Ibu Kantoran yang justru lebih punya kemandirian untuk membeli produk.

Mengapa tidak hanya Ibu Rumah Tangga tetapi juga Ibu Kantoran? Karena, setiap Ibu pasti akan memikirkan bagaimana rumah menjadi nyaman sehingga Anda bisa memasarkan berbagai produk yang memberikan solusi ke-Rumah Tangga-an.

2. Promo Potongan Harga

Setiap ibu-ibu pasti akan mencari harga terbaik (termurah) atas suatu produk, maka itu produk yang memiliki Diskon seringkali menjadi incaran para ibu-ibu.

Sebenarnya Diskon merupakan strategi komunikasi pemasaran yang umum dan bisa diarahkan kepada audience lain, namun dengan perbedaan dampak yang didapat nanti.

BACA JUGA: Mengenal Istilah Internet Marketing dari Basic

3. Acara-acara yang bersifat Anak-anak dengan Melibatkan Orang tua

Sudah sering kita lihat produk-produk anak mengadakan sebuah event offline di berbagai tempat strategis. Bahkan tidak jarang dalam event tersebut terdapat aktivitas yang melibatkan Orang tua dan Anak.

Lewat strategi ini sebenarnya brand menyasar Sang Ibu yang tentunya adalah pihak memiliki kemampuan untuk membeli produk kita.

4. Menggunakan Strategi ‘Word of Mouth’ dan ‘Direct Selling’

Terakhir, jika Anda ingin menyasar target ibu-ibu atau ’emak-emak’ maka brand harus extra peduli kepada calon customer untuk mengambil hati mereka. Cara paling sering dan umum adalah dengan ‘direct selling’ ke rumah-rumah, dengan begitu para ibu-ibu akan merasa diperhatikan oleh brand.

Terlebih, para ’emak-emak’ ini memang akan lebih mempercayai jika produk sudah terlihat, bahkan merasakan yang biasanya bisa dengan tester. Nah… setelah sudah menjadi konsumen dan produk bagus, maka yang bermain adalah word of mouth alias rekomendasi dari mulut ke mulut.

Komunikasi pemasaran seperti ini memang lebih konvensional jika dibandingkan dengan digital marketing sekarang, tapi biasanya lebih besar dampaknya jika target customernya adalah ibu-ibu.

Berhasil dalam Penentuan Cara Komunikasi, Brand akan Dikenang

[img.4] Menjadi Brand yang Diingat
Courtesy of Pixabay.com
Mengapa cara komunikasi pemasaran ini patut direncanakan dengan matang, karena hal tersebut akan berdampak pada ‘menancap’ atau tidaknya brand di kepala calon konsumen.

Jika penentuannya tepat, maka brand atau produk akan selalu diingat oleh customer dan boleh jadi ia akan menjadi konsumen setia.

SEBARKAN KE TEMAN-TEMANMU & BERIKAN KOMENTAR DIBAWAH INI! :)

Find me on:

Plaza Bisnis

Disini kami berbagi tentang strategi bisnis, bagaimana memulainya dan tips mengoptimasi Internet dalam meningkatkan pemasaran produk Bisnis anda.
Find me on:

Be the first to comment

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.