Membangun Impian Bisnis dengan prinsip SMART

Dapatkan produk kami - Panduan PLR Social Media Viral Marketing đź”— & Master Facebook Ads đź”— Sebelum Kehabisan. Sekarang!
impian bisnis

Impian bisnis bagi setiap entrepreneurs, karena para pebisnis yang sukses mengawali usahanya dari mimpi yang tinggi. Begitu pula orang-orang besar dunia seperti Steve Jobs, Bill Gates, Tesla, Abraham Lincoln bisa meraih kesuksesan sesuai passionnya masing-masing.

Banyak pebisnis pemula yang diawal perjalanan memiliki impian bisnis yang luar biasa, namun ditengah jalan mereka gagal mewujudkan impiannya. Keyakinan bulat diawal action seketika menjadi berantakan ketika halangan datang. Lalu mengapa itu semua bisa terjadi?

Bapak Sungkono seorang dosen di STIEBBANK memberikan alasan mengapa mimpi seorang entrepreneur atau bisa juga mimpi kita stuck ditengah jalan.

Belum Memiliki Keyakinan 100% Impian Bisnis akan Terwujud

Ketika bermimpi, namun kita tidak terlalu yakin dengan mimpi kita hanya akan membuat lelah diri kita. Mengapa? Karena saat kita menghadapi tekanan, halangan dan kegagalan maka kita cenderung menyerah terhadap mimpi kita.

Karena berbisnis memiliki faktor yang banyak, seperti modal sulit, pasar tidak menerima, banyak hujatan, kita dituntut untuk memiliki keyakinan 100% terhadap mimpi kita.

Alasan yang Tidak Kuat

Memulai impian bisnis perlu alasan kuat dibelakangnya. Para motivator bisnis selalu berkata, “Temukan ‘Why’ daam berbisnis!”. Nasehat itu tidak bisa dipandang sebelah mata, karena memang itulah yang diperlukan seorang pebisnis.

Jack Dorsey founder dari twitter mengaku membuat layanan micro blogging tersebut karena semasa kecil di St. Louis ada sebuah pusat pengiriman darurat dimana para operator radio di sana suka mengirimkan pesan-pesan suara pendek. Jack Dorsey kecil suka mendengarkan pesan-pesan pendek tersebut. Hal itulah ternyata menjadi inspirasi pembuatan Twitter.

Kehabisan Waktu

Sebagai seorang pebisnis, waktu sekian detik menjadi sangat berharga karena dibalik itu ada pesaing bisnis lain yang juga akan memanfaatkan waktu sedetik itu jika kita lengah. Jika Anda tidak pandai mengelola waktu Anda, maka fisik dan tenaga akan terkuras sia-sia.

Kurang Sabar dalam Menuai Hasil

Dalam berbisnis, kesabaran ialah aset yang tak ternilai harganya. Mengapa bisnis bisa sustain, bagaimana meningkatkan pelayanan, mempelajari efektivitas modal, semua itu bisa didalami ketika seorang pebisnis sabar menjalani bisnisnya dan terus belajar.

Jangan berputus asa dan cepat berhenti dalam membangun bisnis, apalagi hilang fokus.

Membangun impian bisnis menurut Bapak Sungkono dapat menggunakan prinsip SMART, yaitu:

1. Specific

Buatlah impian bisnismu se-detail mungkin, catat langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan bisnis Anda. Contoh: Jika satu cabang bisnis beromzet 10 juta, maka untuk mencapai omzet 1 Milyar diperlukan 100 cabang.

2. Measurable

Impian yang baik adalah yang bisa diukur, serta dapat di follow-up dengan strategi yang jelas. Dengan ukuran-ukuran yang kita buat, maka pencapaian bisnis kita bisa dieksekusi.

3. Achievable

Dengan menjabarkan kedua poin diatas, maka bisnis kita sudah dapat dibilang achievable atau mungkin dicapai.

4. Realistic

Walau kita suka dengan es krim, tapi kita tidak bisa membuka bisnis es krim dimusim hujan. Itulah yang disebut dengan realistic. Karena tak ingin bukan membuka bisnis yang tak laku.

5. Timeable

Agar rencana-rencana bisnis tersusun dengan baik, perlu dilakukan time planning. Dengan bisnis yang timeable, ada jangka waktu yang kita buat dalam pengembangan-pengembangan bisnis kita, sebulan lagi bagaimana, setahun lagi, 2 tahun, 10 tahun, dst.

Mudah untuk diterapkan ya. Coba buat disecarik kertas sekarang juga, tulis poin-poin SMART yang akan Anda buat untuk bisnis Anda, dengan begitu kemungkinan impian bisnis Anda akan lebih mudah untuk terealisasikan. (Raf)

 

Loading...

Raafi
Find me on:

Raafi

Seorang blogger sejak 2010 yang menyukai bidang-bidang bisnis, fashion dan segala hal yang berkaitan dengan event planning.
Raafi
Find me on:

Be the first to comment

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)