Google Sandbox dan Cara Mengatasinya

Dapatkan produk kami - Panduan PLR Social Media Viral Marketing 🔗 & Master Facebook Ads 🔗 Sebelum Kehabisan. Sekarang!

Bagi pebisnis online, konten creator dan portal website, berada dipuncak Mesin Pencarian (search engine), seperti Google, Bing, Yahoo!, tentu menjadi faktor yang sangat penting. Jika website seseorang dapat berada di halaman satu pada SERP (search engine result page) dalam keyword tertentu, maka visitor website tersebut akan sangat banyak dalam waktu yang relatif singkat.

Misalnya saja, pada keyword “jamu” website A, B dan C berada pada halaman satu SERP suatu search engine. Maka bisa dipastikan website A, B dan C tersebut akan mendapatkan ribuan visitor tiap bulannya.

Hal ini akan mempengaruhi apa saja yang mereka tawarkan dalam laman website mereka, baik jualan online, iklan dan penawaran-penawaran lainnya.

Kali ini saya akan membahas khusus tentang Mesin Pencari Google terlebih dahulu, karena disitu pengalaman saya ada.

Google

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Google ialah mesin pencari terbesar di dunia yang dipakai untuk mencari berbagai informasi di interner. Karena penggunaannya yang begitu berdampak di dunia internet termasuk bisnis, maka para pelaku bisnis mulai menggunakannya untuk menambahkan profit perusahaan lewat pencarian yang dilakukan para calon customer.

Salah satu persaingan yang paling hebat ialah, bagaimana masuk di halaman satu Google dengan keyword tertentu yang ditembak.

Namanya persaingan, maka pemain didalamnya beragam. Ada yang berusaha masuk di halaman satu Google dengan cara-cara baik nan elegan, tapi tak sedikit pula yang berusaha masu dengan cara-cara curang.

Tentu Google tidak bodoh, perusahaan mesin pencari ini mengetahui website mana saja yang melakukan pelanggaran seperti copy paste, optimasi berlebihan, hingga trik-trik spamming dsb.

Hal inilah yang membuat sebuah website yang pada awal waktu berada pada halaman satu SERP dengan keyword tertentu, dengan tiba-tiba ‘mental’ ke halaman puluhan hingga ratusan.

Akibatnya visitor yang tadinya ribu hingga puluhan ribu, mendadak jadi tinggal ratusan atau puluhan.

Inilah apa yang dinamakan dengan Google Sandbox. Walau banyak para praktisi internet marketing meragukan teori ini, dan menganggapnya mitos atau sugesti pemilik website semata, ternyata banyak yang mengalami hal ini pada websitenya.

Menurut wikipedia Google sandbox atau sandbox effetct adalah:

The Sandbox (a.k.a. Sandboxing or the sandbox effect or the Google penalty) is a name given to an observation about the way Google ranks web pages in its index. It is the subject of much debate—its existence has been written about since 2004 but not confirmed, with several statements to the contrary.

yang artinya:

Sandbox (alias sandboxing atau efek sandbox atau pinalti dari Google) adalah nama yang diberikan untuk observasi tentang cara Google meranking halaman web dalam pengindeks-annya. Hal ini masih banyak diperdebatkan keberadaannya yang keberadaannya ditemukan sejak 2004 namun tidak ada konfirmasi resmi dari hal ini.

Lalu apa Sebab Website Terkena Google Sandbox, ciri-ciri serta bagaimana memperbaikinya?

Sebuah website terkena sandbox karena beberapa hal dibawah ini:

  • Optimasi berlebihan
  • Artikel tidak original (copy-paste)
  • Melakukan spamming di web lain.
  • Tagging yang berlebihan, dan hal-hal buruk lainnya.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan Google, bisa pelajari selengkapnya disini: Google Webmaster Guideline

Ciri-ciri website Anda terkena Google Sandbox antara lain:

  1. Diawal waktu website masuk dihalaman satu Google, lalu kemudian hari mental hingga puluhan bahkan ratusan.
  2. Gunakan free tool untuk mengecek apakah website Anda terkena Google sandbox atau tidak. Salah satunya disini: http://pixelgroove.com/serp/sandbox_checker/

Cara pertama ialah yang paling dapat dipastikan, sedangkan cara kedua hanya untuk membantu saja.

Setelah melakukan pengecekan dan jika hasilnya website Anda terkena Google Sandbox, lakukan langkah-langkah ini:

  1. Temukan artikel-artikel yang sekiranya terkena sandbox. Jika Anda sering meng-copy paste artikel, luangkan waktu Anda untuk mengeditnya agar google mengenalinya sebagai artikel unik.
  2. Update konten terus secara berkala, dan jangan lakukan hal-hal yang menyebabkan artikel Anda terkena sandbox lagi. Buat artikel berkualitas yang mementingkan sisi kenyamanan para pembaca daripada optimasi berlebih.
  3. Membuat artikel yang menjelaskan apa itu Google sandbox. Hal ini saya dapatkan dari hasil searching Google, ternyata banyak para pakar internet marketing menyarankan hal ini. Caranya ya seperti artikel ini, lalu buatlah link yang mengarah ke Google.com atau Google.co.id.
  4. Melakukan permintaan peninjauan kembali atau Reconssideration request pada Google Webmaster. Isi kolom yang disediakan dengan pernyataan mengenai web Anda yang terkena sandbox, lalu tunggu balasannya beberapa minggu kemudian.
  5. Submit ulang sitemap Anda dengan menggunakan Google Webmaster Tool untuk menarik perhatian Google

Kesimpulan

Begitulah apa-apa saja tentang google sandbox. Walau masih saja misteri hingga hari ini, tapi tetap saja banyak web owner dan para praktisi internet marketing yang merasakan dampaknya.

Bagaimana dengan Anda? Ceritakan kepada kami pengalaman Anda 🙂

SEBARKAN KE TEMAN-TEMANMU & BERIKAN KOMENTAR DIBAWAH INI YA! 🙂

Loading...
Raafi
Find me on:

Raafi

Seorang blogger sejak 2010 yang menyukai bidang-bidang bisnis, fashion dan segala hal yang berkaitan dengan event planning.
Raafi
Find me on:

1 Comment

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)