10 Cara Memulai UKM yang Sukses

Dapatkan produk kami - Panduan PLR Social Media Viral Marketing đź”— & Master Facebook Ads đź”— Sebelum Kehabisan. Sekarang!
cara memulai usaha kecil

Memulai usaha kecil pun diperlukan kerja keras, setiap hasil yang diraih pasti memiliki proses yang tak sebentar. Misalnya ada pebisnis yang kini sudah sukses, maka tentu ada kisah panjang dibalik kesuksesan yang ia dapatkan sekarang.

Kalau Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi tahukah Anda? Mereka memulainya benar-benar dari bawah, modal yang seadanya dan dukungan yang tak selalu penuh?

Memulai Usaha Kecil Apa Effort-nya?

Memulai perusahaan Anda, lalu secara singkat bisa menghasilkan milyaran dollar hanya bisa dilakukan dengan memenangkan sebuah lotere. Jika Anda meletakkan semua uang Anda tanpa bekerja keras, dan mengharapkan kesuksesan dari sana hanya akan membuat Anda terpuruk.

Berikut 10 cara memulai usaha kecil. Daftar ini dibuat sebagai refleksi terhadap kenyataan yang ada, sehingga bisa membuka cara pandang Anda yang tergila-gila memulai bisnis namun mengharapkan hasil yang cepat.

1. Lebih Realistis

Saat membuat model bisnis, carilah referensi dari sekitar Anda. Mana bisnis yang sukses disekitar Anda, amati lalu pelajari apa yang Anda bisa kembangkan dan inovasikan. Jika Anda tidak bisa menemukannya, entah ide Anda yang begitu jenius atau ide bisnis anda tidak realistis

Baca juga: 9 Tips Memulai Bisnis Baru ala Safir Senduk

2. Jangan menginvestasikan uang sendiri

Karena berbisnis merupakan hal yang banyak resiko, maka carilah partner sebagai pemilik modal. Sehingga jika semuanya tidak berjalan sesuai rencana, uang Anda tidak habis seluruhnya. Lagipula setiap Start-Up memerlukan partner.

3. Perbudak diri sendiri

Jika Anda tidak mau bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi hingga kesehatan Anda, maka berbisnis tidak cocok bagi Anda. Karna saat memulai bisnis, Anda akan sulit menggaji karyawan, bahkan yang termurah sekalipun. Jadi, karyawan Anda ialah Anda sendiri.

4. Hargai waktu

Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.

5. Rekrut karyawan dengan baik

Bagaimanapun ukuran usaha Anda, pasti ada waktunya Anda merekrut karyawan dari luar. Maka hati-hati dalam memilah-milahnya, lakukan rekrutmen yang tak tergesa-gesa, perlakukan hal itu sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan saat seorang pemilik usaha memiliki visi yang baik bagi perusahaannya, namun si karyawan tidak memiliki visi yang sama bahkan cenderung menghalangi visi tersebut.

6. Jual kelebihannya, bukan harganya

Saat memulai usaha sudah tentu yang Anda pikirkan adalah bagaimana memasarkannya. Namun berkutat pada hal itu dan bersaing pada harga, hanya akan membuat Anda menjual produk dengan harga pas-pasan atau bahkan dibawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan kepadanya bahwa produk Anda memiliki harga tinggi karena memiliki kualitas yang tinggi pula.

7. Ketahui angka dasar

Ketahui berapa jumlah uang yang Anda butuhkan untuk memulai sebuah usaha, mulaidari kantor atau toko, listrik, asuransi, karyawan, stock barang, transportasi, tinta printer, kertas, pulsa modem, gadget, dll. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari Anda akan buka selama setahu, itulah harga dasar, jumlah minimum yang harus Anda dapatkan setiapharinya. Jika Anda belum pernah mencoba untuk memikirkan itu, coba pikir ulang.

8. Gunakan teknologi terbaru

Teknologi anyar seperti aplikasi & penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil bisa bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

Baca juga: Mengetahui Jenis Bisnis Sebelum Memulainya

9. Perlakukan vendor dengan baik

Perlakukan vendor dan supplier sama special-nya seperti pelanggan, dengan begitu bisa saja mereka akan memberikan diskon saat pembelian besaran tertentu. Tentu seharusnya dilakukan secara tulus, hal ini akan menjalin hubungan yang baik dengan mereka serta berharap akan ada peningkatan volume dimasa mendatang. Dampak lainnya bisa saja mereka akan memaklumi beberapa pembayaran kita yang telat kedepannya.

10. Jadilah yang terbaik

Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yangterbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Lakukan itu terus menerus, dan kekuatan word of mouth akan menyebar.

Sekecil apapun bisnis yang akan kita buka, bukan menjadikan usaha kita kecil. Perlu juga usaha yang besar dalam melakukannya, dan yang terpenting selalu evaluasi bisnis Anda agar kedepan lebih baik lagi. Begitulah cara memulai usaha kecil yang didapatkan dari berbagai sumber, semoga bisa membuka pikiran Anda sebelum benar-benar masuk ke dunia usaha. (Raf/WhtPst/SltMgz)

Loading...

Raafi
Find me on:

Raafi

Seorang blogger sejak 2010 yang menyukai bidang-bidang bisnis, fashion dan segala hal yang berkaitan dengan event planning.
Raafi
Find me on:

3 Comments

  1. yang no.6 bener banget min. karena setiap entitas sebenarnya unik. kalau bisa melakukan branding dan positioning yang tepat, para pelaku bisnis UKM pasti bisa menghindari perang komoditi. sederhananya menjual perbedaan yang menjadi nilai lebih, jangan berlomba menjadi seragam.

  2. klo saya point yang no 5 itu bener banget. share sedikit ya,, saya coba buka usaha kursus bahasa, nah waktu pertama kali buka karna susah cari guru yang memang sudah di bidangnya, jadi kami ambil karyawan yang punya pengalaman nya ga seberapa, dan akhirnya itu mengurangi standarisasi layaknya guru profesional. jadi daripada buru buru rekrut karyawan yang ga sesuai, mending di tahan dulu, harus dpetin yang sesuai lah.

    • Betul mba, karena ketika baru buka.. orang yang menggunakan produk atau layanan kita akan menjadi ‘tester’ layanan kita. Kalau bagus, maka akan ada efek ‘Word of mouth’ ke teman-temannya, kolega atau keluarganya.

      Tapi kalau jelek, akan malah jadi preseden jelek ke customer nantinya.

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)