Bagaimana Apple Menerapkan Strategi Bisnis Perusahaannya?

Dapatkan produk kami - Panduan PLR Social Media Viral Marketing 🔗 & Master Facebook Ads 🔗 Sebelum Kehabisan. Sekarang!
[img.1] Strategi Bisnis Perusahaan Apple.Inc
Courtesy of smarteranalyst.com

Siapa yang tidak mengenal Apple? Brand ini begitu fenomenal dipertengahan tahun 2010 dan makin mencuat namanya setelah kepergian (wafatnya) pencetusnya, yaitu Steve Jobs.

Walau begitu, ternyata kenaikan pamor Apple telah lama jauh melampaui kisah wafatnya Innovator dunia Steve Jobs. Pamor itu mulai terlihat menanjak pada tahun 2007, saat rilis pertama produk iPhone.

Peluncurannya bukan asal-asalan, ternyata tim Apple telah melakukan riset dan analisa bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya produk iPhone bisa launching, dan tidak main-main, produk tersebut langsung digandrungi dari anak-anak muda hingga orang dewasa.

Hebatnya, lebih dari itu, Apple makin membuat komunitasnya sendiri hingga saat ini. Walau hujatan darimana-mana tentang masalah harga yang terlalu mahal, ataupun fiturnya yang ketinggalan jaman, Apple tetaplah Apple yang dikenal orang penuh “inovasi”.

Inovasi dan Eksklusivitas jadi Andalan

Siapa yang menghadirkan alat putar music tanpa kaset, kecil dan ringan? Apple lewat iPodnya. Siapa yang menghadirkan smartphone eksklusif bukan karena harganya, namun karena kualitas gadget dan nilai artistik yang tinggi? Tentu Apple dengan iPhone mereka.

Lebih jauh dari itu, Steve Jobs dan Wozniak bersama Apple-nya lah yang berjasa atas hadirnya laptop pribadi yang kini bisa kita pakai dirumah masing-masing. (saat itu komputer hanya bisa dimiliki oleh perusahaan besar, karena harga yang mahal dan ukuran yang sangat besar)

Dua kata ‘Inovasi dan Eksklusif’ yang menjadikan Apple unggul menandingi saingan mereka. Walau pasar android merajalela, namun profit Apple tidak ada yang mengalahkan. Bahkan jika Apple adalah sebuah Negara, maka pendapatannya melebihi dari GDP Luxemburg.

[img.2] GDP Apple dibanding Luxemburg
Courtesyof gopego.com
Pun jika dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar Dunia lainnya Apple masih menjadi nomor satu.

[img.3] GDP Apple dibanding Perusahaan Lain
Courtesyof gopego.com
BACA JUGA: Kiat-kiat Berbisnis ala Dahlan Iskan

Simplisitas jadi Strategi Bisnis Perusahaan Apple.Inc

Bukan rahasia bahwa Apple selalu mengedepankan desain yang sederhana namun luar biasa, dan dibalik itu ada kedahsyatan processor smartphone yang memuaskan setiap penggunanya. Hal inilah yang disukai pada pengguna Apple yang sekaligus jadi strategi kreatif perusahaan Apple sendiri.

Mereka bisa menghadirkan kecanggihan yang dibalut dengan kesederhanaan. Semua orang menginginkan system canggih yang mensupport gadget mereka, namun tidak semua orang mengerti akan kerumitan sebuah gadget “canggih”.

Disini Apple memberikan solusinya, yaitu ‘simplicity’ atau kesederhanaan bagi para usernya.

Leadership dan Sebuah Simultanisme

Steve dinobatkan menjadi Leader paling revolusioner dalam kurun waktu 25 tahun terakhir oleh CNBC, mungkin hal inilah yang jadi kunci Apple terus berkembang hingga level yang tidak dapat disangkal lagi. Ia memadukan 3 unsur yang krusial ke dalam perusahaannya, yaitu; Pemimpin yang Visioner, Sinergi antar Team serta Pengembanan Potensi dan Keahlian bagi Karyawannya.

Brandingnya sebagai role model yang ideal untuk seorang leader juga kerap mengangkat produk Apple dimanapun mulai dari proses risetnya, produksi dan peluncurannya.

Selain itu, proses produksi di Apple.Inc berbeda dari biasanya.

Saat perusahaan teknologi menerapkan produksi beralur; dari tim software, berlanjut ke tim hardware, tim di Apple bekerja secara simultan. Dalam arti lainnya mereka melakukan semuanya secara bersamaan, maka ide-ide seakan tak ada batasnya.

Pada intinya ada 5 poin penting strategi bisnis perusahaan yang dipimpin Jobs ini

5 poin ini akan sangat sederhana, namun karena dieksekusi dengan baik maka sangat berpengaruh terhadap kemajuan Appe.Inc sendiri. Beberapa diantaranya adalah:

1. Emosi Terhadap Sebuah Produk

Apple tahu, kadang bukan kebutuhan (needs) yang menggerakkan orang untuk membeli. Ada emosi yang bisa lebih dominan untuk memberikan keputusan. Maka tak heran Jobs bersama tim memberikan emosi yang kental pada setiap campaign mereka.

ADVERTISEMENT

Baik iklan televisi, majalah ataupun digital campaign yang mereka lakukan selalu terkandung emosi yang kuat didalamnya. Salah satunya terjadi pada campaignnya yang bertemakan ‘think different’ pada tahun 1997.

[img.4] Strategi Bisnis Perusahaan Apple dengan Mengedepankan Emosi dalam Kampanyenya
Courtesy of Wikipedia.com

2. Experience Para Pengguna

Pengalaman jadi senjata ampuh jika ingin produk anda unggul diantara prouk-produk yang lain. Karena saat ada 1 saja pengguna yang mengalami pengalaman baik dengan produk anda, maka ia akan menyebarkannya dengan sukarela, menjadi “marketing gratis” yang tak perlu dibayar.

Inilah kekuatan “word of mouth”, bagaimana produk anda jadi pembicaraan orang lain.

3. Kecintaan pada Produk

Pengguna MacBook, iPhone, iPad maupun produk Apple lainnya yang telah melewati fase puas dengan produk dan memiliki pengalaman “indah” bersamanya, lalu menemukan sosok Steve Jobs serta mengidamkannya, akan otomatis “jatuh cinta” dengan produknya juga.

Seakan-akan mereka menggunakan produk Apple karena memang mencintainya, apa sih yang nggak dilakukan untuk yang terkasih? Ini mungkin merupakan energi yang Apple berikan kepada penggunanya.

4. Selalu Update!

Kadang saya bingung, saat Apple mengeluarkan produknya bulan lalu, kok bisa-bisanya kembali mengeluarkan produknya beberapa bulan berikutnya. Lantas apa nggak keburu-buru promosi sementara produk sebelumnya belum mencapai penjualan maksimal?

Ternyata begini cara Apple agar terus berinovasi, up-to-date dan menjaga komunikasi dengan penggunanya. Lihatlah, setiap product-launching maka akan diakan seminar dan gathering kecil-kecil pada pengguna Apple ini.

5. Harga yang Eksklusif

Terakhir, siapa yang mau membantah harga eksklusif dari iPhone?

Sudah diketahui bahwa Apple mengatur standar harganya sangat apik dibanding brand lain. Karena mereka selalu memberikan kualitas yang tinggi, maka tentu mereka akan sangat aware dengan harga yang distributornya patok di pasaran.

Maka tim lapangan Apple selalu memantau perkembangan harga di pasaran. Tidak boleh ada distributor yang menawarkan harga dibawah standar Apple terlalu jauh, maka bisa dilihat bahwa harga produk Apple antara satu distributor dengan lainnya tidak akan berbeda jauh.

Hal inilah yang juga menyebabkan counter Apple bisa terhitung dengan jari jumlahnya.

Simak juga 7 strategi bisnis perusahaan Apple yang dikupas oleh blog KissMetric disini

BACA JUGA: Pelajari Bagaimana AppSumo Memulai Bisnisnya dengan $50

Konsistensi Kualitas dan Cerita yang Bagus Terus Apple Jaga

[img.5] Cerita yang Meninspirasi dikemas Jobs dengan Apik
Courtesy of bestphotosite.net
Dari processor yang kuat, bahan aluminium yang kokoh namun ringan, hingga story yang konsisten mereka berikan kepada penggunanya jadi fokus utama tim Apple.Inc. Maka tak heran para pengguna produk Apple kerap senantiasa memakai produk mereka.

Mau banyak orang mengkritik karena mahal, fitur yang ketinggalan jaman,  terlebih saat ada berita dimana iPhone 6 plus ‘bengkok’ saat dimasukkan ke dalam saku celana, mereka malah terlihat jadi orang-orang terdepan membela Apple itu sendiri.

Hal yang membuat para pengguna diluar Apple keheranan, hingga muncul rasa penasaran untuk mulai membeli dan menggunakan produk Apple juga. 🙂 (Raf)

SEBARKAN KE TEMAN-TEMANMU & BERIKAN KOMENTAR DIBAWAH INI! 🙂
Raafi
Find me on:

Raafi

Seorang blogger sejak 2010 yang menyukai bidang-bidang bisnis, fashion dan segala hal yang berkaitan dengan event planning.
Raafi
Find me on:
Loading...

2 Comments

  1. Manajemen “gila” memang kadang dibutuhkan untuk supaya tampil beda dan bisnis sukses.Tentu saja, gila yang terukur. Gila menurut orang lain, tetapi rasional dan terencana menurut pencetusnya. Kata Prof Mukti Ali, kalau Anda ingin sukses, jangan berbuat sama dengan gurumu. Tetapi, harus lebih hebat dari gurumu. Itu berlaku untuk bidang apa saja, termasuk dalam bisnis. .

    • Memang benar-benar “Gila” ya berarti Si Jobs. Kadang itu termasuk ‘kicking your friend’ juga, kalo mbak Ita nonton film Jobs-nya Ashton Kutcher. 😀

Bagaimana Pengalaman Bisnismu? Bagikan dengan Kami ;)